hening yg penuh kesibukan. puluhan cerita lewat begitu saja di telinga tanpa ku dengar dan kucerna. aku sibuk dengan tarian tanganku. goresan demi goresan tertata membentuk satu bidang utuh. ruang persegi yang mati, namun dapat menjadi syarat tertinggi untuk keluar dari belenggunya. ku diam dan ku selesaikan dengan tekun. demi orangtuaku disana.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar