Kamis, 04 Maret 2010

Aku, Kau, dan Mereka

Mereka berlarian di ujung cakrawala..
Membentangkan tangan lebar-lebar..
Membusungkan dada..
Dan menghembuskan nafas kuat-kuat..
Bukan untuk kesombongan..
Tapi itu pertanda mereka t'lah lelah..
Sehari, seminggu, bahkan sebulan..
Mengemis harta untuk hidup..B
ukan hal yang mudah 'tuk di terima..
Dengan lapang dada mereka mencari..
Tak peduli tatapan enggan..
Mereka tetap bernafas dan berlari..
Kadang ada gelak tawa..
Dan tak jarang menangis..
Betapa mulia hidup mereka di dunia..
Namun tak seorangpun mengerti..
Bahwa sebenar jiwaku, kau, dan mereka..
Adalah suatu bagian yang utuh..
Kau dan mereka tak juga menyadari..
Si Kaya adalah saudara Si Miskin..
Si Miskin sanak Si Kaya..
Entah sampai kapan..
Ironi ini terus bergulir..
Tanpa ada kepastian 'tuk menghentikannya..

Kecuali dengan tangan kita sendiri..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar