Ku terjaga saat sang fajar telah membubung tinggi
Lunglai, kubersiap membersihkan diri dan memulai hari
Entah mengapa kurasa gelisah yang buatku gusar..
Merasa rindu.. Rindu yang amat sangat..
Kemudian mataku terpaku pada tumpukkan kertas di ujung pembaringanku..
Lipatan-lipatan kertas yang sudah kubaca berkali-kali isinya..
Kurengkuh kawanan kertas yang mulai lusuh itu..
Ku buka.. dan kubaca lagi..
Kucermati.. kurasakan kehadirannya..
Seketika.. tubuhku melebur menghangat..
Merasakan datangnya disampingku
Sekali lagi kusebut namanya..
Ander van Oldenckhorsthe..
Aku merindukanmu...
Merindukan ketulusan dan pengabdian yang benar-benar kuyakini sebagai rasa cinta
Dulu, jika aku rindu..
Mudah sekali mengirim pesan padamu agar kau membacanya..
Sekarang?
Sekeras apapun ku meneriakkan cintaku ke langit-langit dunia..
Kau takkan bisa membalas pesan itu dan menghapus rindu yang semakin menggila ini..
Mungkin, bagi mereka, aku bodoh..
Tapi biarlah, aku tak peduli..
Sudah sedari dulu, sedari aku memutuskan untuk berjalan bersamamu,
Sudah sedari dulu, saat kuputuskan untuk mencintaimu seorang,
Mereka menganggapku bodoh..
Ya..
Bagi mereka saat itu, dan mungkin sekarang.. aku adalah orang bodoh..
Orang bodoh yang terdistraksi pada hal yang tak berwujud..
Biar mereka anggap begitu karena mereka tak mengerti dalamnya rasa yang dinamakan cinta itu..
Bukan hidupku berhenti karenamu..
Hidupku justru berjalan dengan lembut karena kau masih ada di otak dan hatiku..
Bukan aku tak tulus menyayangi mereka-mereka yang hadir untuk memberikan warna baru untukku..
Aku justru menyayangi dengan ketulusan tanpa batas..
Karena mereka adalah utusan Tuhan untuk menyayangiku, agar aku tidak mati rasa..
Dan kusadari.. Kali ini aku benar-benar merindukanmu..
Aku tak menangis, sungguh..
Aku menepati semua yang pernah kau minta..
Aku masih ingat apa saja yang pernah kau minta dariku..
Kau pernah memintaku untuk tetap mencintaimu walaupun kau telah tiada,
Kau pernah memintaku untuk menjadikanmu sebagai cerita dongeng untuk anak cucuku kelak, jika kita tak bisa bersama,
Kau pernah memintaku untuk tidak meninggalkanmu, meskipun ku menjadi milik orang lain,
Kau pernah berkata bahwa setiap detik, kau ada disampingku, sekalipun ragamu tak pernah kujamah,
Kau pernah berkata padaku untuk tidak menyesali semua rasa yang pernah ada,
Kau pernah berkata padaku untuk percaya bahwa kau adalah milikku, dan aku adalah milikmu.
Semua telah kulakukan.. sampai detik ini..
Tak sekalipun ku mengingkari..
Kau masih menjadi yang terbaik..
Di mataku, di otakku, dan di hatiku..
Aku hidup, aku tidak mengeluh dengan sakitku, aku menjadi pribadi penuh tawa..
Untuk meyakinkanmu.. Bahwa disini aku bahagia..
Dengan sebongkah cinta yang tersimpan untukmu..
Dengan sebongkah rindu yang tak ada habisnya setiap hari..
Dan dengan sebongkah asa agar jiwamu tenang dengan rasaku disana..
Ik hou van jou, Ander :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar